pelatihan sesorah basa jawa
24 Agustus 2026 16:53:52 WIB
Menjaga Akar, Merawat Tradisi: Pemuda Girimulyo Menjemput Masa Depan Lewat Pranata Adicara.
Di era modernisasi yang bergerak begitu cepat, identitas sebuah bangsa sering kali diuji. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin dari rasa, karsa, dan jiwa suatu peradaban. Sadar akan pentingnya menjaga warisan leluhur, Pemerintah Kalurahan Girimulyo mengambil langkah nyata dengan menggelar Pelatihan Pranata Adicara bagi Generasi Muda.
Kegiatan yang membuka pendaftaran pada 20–31 Agustus 2026 ini bukan sekadar pelatihan musiman. Ini adalah sebuah panggilan kultural bagi para pemuda berusia 15 hingga 30 tahun di Girimulyo untuk kembali menengok dan bangga pada bahasa ibunya: Bahasa Jawa.
menjadi modern tidak berarti kita harus kehilangan jati diri. Menjadi fasih berbahasa asing adalah prestasi, namun mumpuni dan halus dalam berbahasa Jawa adalah sebuah kebanggaan yang luhur. Di tangan pemudalah, gaung Sastra Jendra Hayuningrat—ilmu yang membawa keselamatan dunia—tetap lestari.
Nilai-Nilai Luhur Filosofi Jawa dalam Pelatihan Pranata Adicara.
Seorang Pranata Adicara (pembawa acara adat Jawa) bukan hanya orang yang pandai berbicara di depan publik. Dalam filosofi Jawa, peran ini sarat akan makna mendalam dan nilai luhur yang sangat relevan untuk membentuk karakter generasi muda:
Ajining Diri Saka LathiFilosofi ini mengajarkan bahwa kehormatan dan harga diri seseorang tercermin dari ucapan dan tutur katanya. Melalui pelatihan ini, pemuda ditempa untuk menggunakan basa rinengga yang santun, tertata, dan penuh penghormatan kepada sesama. Ini adalah fondasi pembentukan karakter yang berintegritas.
Emban Cindhe Emban Siladan (Sikap Adil dan Memayu Hayuning Bawana)Seorang pembawa acara adat harus mampu menyatukan dan menyelaraskan seluruh jalannya acara agar berjalan harmonis (laras). Hal ini mendidik pemuda untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang adil, mampu merangkul semua golongan, serta menciptakan kedamaian di lingkungan sekitarnya.
Ngadi Sastra lan Ngadi BusanaMenjadi Pranata Adicara melatih kedisiplinan dan keserasian hidup. Ngadi sastra berarti memperdalam ilmu dan keindahan berbahasa, sementara ngadi busana mengajarkan pentingnya menjaga kesopanan serta penampilan yang pantas. Gabungan keduanya melahirkan pribadi pemuda yang berbobot secara intelektual sekaligus anggun dalam prilaku.
Sangkan Paraning Dumadi (Sadar Akar Sejarah)Dengan mempelajari tata cara adat dan bahasa Jawa wetan/halus, pemuda diajak untuk selalu ingat dari mana mereka berasal (sangkan) dan ke mana arah tujuan hidup mereka (paran). Budaya adalah jangkar agar pemuda tidak terombang-ambing oleh arus globalisasi.
Mari jadikan kesempatan emas yang difasilitasi oleh Kalurahan Girimulyo ini sebagai langkah awalmu untuk berkontribusi nyata. Di bawah bimbingan narasumber berkompeten, Bapak Suprihatin (Dukuh Tungu), mari kita buktikan bahwa pemuda Girimulyo adalah generasi yang cerdas, modern, namun tetap membumi dan mencintai budayanya.
Yitma jaya, budaya lestari! Segera daftarkan dirimu dan jadilah penjaga nyala api tradisi Jawa di masa depan.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Sansan Wawa
artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
06 November 2014 13:06:57 WIB
Peta Desa
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












