Padepokan Tompak Watu
25 September 2026 16:22:20 WIB
Girimulyo sida Jumat 25 September 2026
Sinergi Kalurahan Girimulyo dan Padepokan Tompak Watu: Bersama Menanam Kebaikan untuk Kemajuan Masyarakat
Girimulyo, Panggang, Gunungkidul — Pemerintah Kalurahan Girimulyo terus membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, mandiri, dan berakar pada potensi lokal. Salah satu bentuk sinergi tersebut dilakukan bersama Padepokan Tompak Watu, yang berada di Padukuhan Legundi RT 03 RW 02, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Padepokan Tompak Watu hadir sebagai Ruang Belajar dan Rumah Mandiri, yang dalam berbagai kegiatannya senantiasa bersinergi dengan masyarakat Kalurahan Girimulyo. Semangat tersebut terangkum dalam filosofi “Tandur Bungah”, yakni menanam kebaikan dan kebahagiaan untuk manusia dan alam semesta.
Bagi Kalurahan Girimulyo, keberadaan ruang-ruang masyarakat seperti Padepokan Tompak Watu menjadi bagian dari potensi sosial yang dapat memperkuat pembangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Kalurahan Girimulyo senantiasa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Padepokan Tompak Watu dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, kebudayaan, serta pengembangan potensi lokal.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendukung program-program Kalurahan Girimulyo dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Koordinasi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Kalurahan
Pembangunan kalurahan pada hakikatnya tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas, kelompok warga, pelaku usaha, pelaku seni, kelompok perempuan, pemuda, serta berbagai unsur lainnya.
Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kalurahan Girimulyo dan Padepokan Tompak Watu membangun komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan. Berbagai gagasan dan kegiatan dibicarakan dengan semangat kebersamaan, sehingga program yang dilaksanakan dapat saling mendukung dan tetap memperhatikan kebutuhan serta potensi masyarakat.
Kolaborasi tersebut bukan untuk menggantikan peran masing-masing pihak, melainkan untuk mempertemukan kekuatan yang dimiliki. Pemerintah kalurahan menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan masyarakat, sementara Padepokan Tompak Watu menjadi salah satu ruang belajar, berkegiatan, dan berpartisipasi bersama warga.
Dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi masyarakat dapat diarahkan untuk mendukung tujuan pembangunan Kalurahan Girimulyo.
Menjaga Lingkungan melalui Semangat Konservasi
Salah satu bidang yang menjadi perhatian bersama adalah lingkungan dan konservasi.
Girimulyo memiliki potensi alam yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan menjadi modal penting agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya alam.
Melalui berbagai kegiatan, semangat konservasi terus dikenalkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Menjaga tanah, air, tanaman, dan lingkungan sekitar merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk generasi mendatang.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang dibawa Padepokan Tompak Watu melalui Tandur Bungah, bahwa manusia tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawat dan menjaga keseimbangannya.
Sorgum dan Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat
Kolaborasi dalam pengembangan potensi pertanian juga terlihat melalui pengembangan sorgum di Padukuhan Wintaos.
Penanaman yang dimulai pada Juli 2026 dan memasuki masa panen pada September 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana potensi pertanian lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya dikenalkan pada proses budidaya, tetapi juga pengolahan hasil. Ibu-ibu KWT mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan tepung sorgum menjadi berbagai produk makanan, termasuk makanan ringan dan roti.
Di Pendopo Tompak Watu, ibu-ibu Tandur Bungah turut terlibat dalam proses persiapan benih sorgum. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal.
Benih yang dihasilkan juga direncanakan untuk dibagikan kepada masyarakat sehingga manfaat kegiatan dapat terus berkembang di lingkungan warga.
Semangat yang dibangun adalah:
“Dari tanah Wintaos, kembali untuk Wintaos.”
Lumbung Kompos Wintaos: Mengelola Potensi dari Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui gagasan Lumbung Kompos Wintaos.
Daun-daun kering yang tersedia di lingkungan masyarakat, termasuk daun jati, dimanfaatkan sebagai bahan untuk pengolahan kompos. Upaya ini menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan organik sekaligus mengurangi kebiasaan membakar sisa daun.
Melalui pengelolaan yang sederhana dan berbasis masyarakat, bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tanah dan pertanian.
Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa konservasi dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Kepedulian Sosial melalui Bantuan Air Bersih
Sinergi antara kepedulian masyarakat dan kegiatan sosial juga terlihat dalam menghadapi musim kemarau.
Kondisi Gunungkidul yang memiliki karakter wilayah karst membuat persoalan ketersediaan air menjadi perhatian penting, terutama ketika musim kemarau berlangsung.
Pada September 2026, Padepokan Tompak Watu turut berpartisipasi dalam penyediaan 7 tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, untuk membantu kebutuhan masyarakat di Padukuhan Legundi dan Padukuhan Wintaos, Kalurahan Girimulyo.
Distribusi air dimulai pada 23 September 2026 dan diarahkan antara lain untuk fasilitas umum serta tempat ibadah.
Bagi Pemerintah Kalurahan Girimulyo, kegiatan semacam ini merupakan wujud nyata kepedulian dan gotong royong masyarakat. Koordinasi dan komunikasi antara berbagai unsur menjadi penting agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan warga.
Adat, Tradisi, dan Kesenian sebagai Identitas Girimulyo
Selain lingkungan dan pertanian, Pemerintah Kalurahan Girimulyo bersama masyarakat juga memiliki perhatian terhadap keberadaan adat, tradisi, kesenian, dan kearifan lokal.
Kebudayaan merupakan bagian dari identitas masyarakat. Karena itu, pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya tetap dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.
Padepokan Tompak Watu menjadi salah satu ruang yang dapat mempertemukan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan dan kesenian. Ruang belajar tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi tempat bertemunya generasi, pengetahuan, kreativitas, dan nilai-nilai lokal.
Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya disimpan sebagai warisan, tetapi terus dihidupkan melalui kegiatan masyarakat.
Mengembangkan UMKM dan Potensi Hasil Bumi
Potensi hasil bumi yang dimiliki masyarakat Girimulyo juga menjadi bagian dari perhatian dalam upaya pengembangan ekonomi lokal.
Hasil pertanian dan berbagai potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang memiliki nilai tambah. Pengolahan hasil bumi menjadi makanan, kerajinan, maupun produk lokal lainnya membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Padepokan Tompak Watu sebagai ruang belajar dapat menjadi tempat berbagi pengetahuan, sedangkan Pemerintah Kalurahan Girimulyo terus mendorong agar potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang sejalan dengan program pemberdayaan dan pembangunan kalurahan.
Harapannya, hasil bumi tidak hanya menjadi komoditas yang dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Menyatukan Langkah untuk Girimulyo
Berbagai kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan masyarakat dapat dilakukan melalui banyak bidang dan melibatkan banyak pihak.
Konservasi menjadi upaya menjaga alam.
Sorgum menjadi bagian dari pengembangan pangan dan pertanian.
Lumbung Kompos Wintaos menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Bantuan air bersih menjadi wujud kepedulian sosial.
Adat, tradisi, dan kesenian menjadi bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat.
Sementara UMKM dan hasil bumi menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Keseluruhannya dapat berjalan lebih baik ketika terdapat komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang kuat.
Karena itu, Pemerintah Kalurahan Girimulyo akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Padepokan Tompak Watu serta berbagai unsur masyarakat lainnya dalam mendukung program-program kalurahan. Setiap potensi, gagasan, dan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat akan menjadi bagian dari semangat bersama untuk membangun Girimulyo.
Tandur Bungah untuk Masa Depan
Bagi Padepokan Tompak Watu, Tandur Bungah bukan sekadar sebuah slogan. Ia merupakan semangat untuk terus menanam kebaikan dan kebahagiaan bagi manusia dan alam semesta.
Bagi Pemerintah Kalurahan Girimulyo, semangat tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Sebab pembangunan sejatinya bukan hanya tentang membangun sarana dan prasarana, tetapi juga tentang menanam pengetahuan, menumbuhkan kepedulian, menjaga kebudayaan, memperkuat ekonomi masyarakat, merawat lingkungan, dan membangun kemandirian warga.
Dari Padukuhan Legundi, semangat tersebut terus tumbuh dan bergerak bersama masyarakat.
Dari Wintaos, benih-benih sorgum kembali ditanam untuk kehidupan.
Dari tanah Girimulyo, hasil bumi dikembangkan menjadi sumber penghidupan.
Dari tradisi dan kesenian, identitas masyarakat terus dijaga.
Dari kepedulian terhadap sesama, gotong royong terus dirawat.
Dan dari alam, masyarakat belajar bahwa kehidupan akan terus memberikan manfaat apabila manusia juga bersedia menjaganya.
Pemerintah Kalurahan Girimulyo bersama Padepokan Tompak Watu dan masyarakat terus menyatukan langkah untuk Girimulyo yang lebih mandiri, lestari, berbudaya, dan berdaya.
Tandur Bungah — menanam kebaikan dan kebahagiaan untuk manusia dan alam semesta.
Dari Girimulyo, oleh masyarakat Girimulyo, untuk kemajuan Girimulyo.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Sansan Wawa
artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
06 November 2014 13:06:57 WIB
Peta Desa
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












