Info kemarau

Paryani 30 April 2026 14:32:00 WIB

*SIARAN PERS _(PRESS RELEASE)_*

*PERKEMBANGAN IKLIM TAHUN 2026 D.I YOGYAKARTA*

_(Update 30 April 2026)_

 

1. Berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan bahwa:

- Angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari tenggara mengindikasikan Monsun Australia mulai *aktif*.

- Indeks _El Nino Southern Oscillation_ (ENSO) dalam kondisi *netral*, ENSO diprediksi akan beralih *mulai Mei-Juni-Juli* pada fase El Nino level *lemah – moderat*.

- _Dipole Mode Indeks_ (DMI) berada dalam kategori *netral*, kemudian *DMI positif* diprediksi akan terjadi pada bulan *Mei 2026* hingga *semester kedua tahun 2026*.

- _Madden Julian Oscillation_ (MJO) diprediksi *aktif* di wilayah Indonesia pada awal dasarian I Mei 2026.

- Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan D.I Yogyakarta, antara *-1.0°C s/d 0.5°C* (kategori *netral – dingin*), dengan suhu berkisar antara *28°C s/d 30°C*.

 

2. Prediksi hujan dasarian:

- Curah hujan *dasarian I Mei 2026* diprediksi dalam kategori *rendah – menengah* berkisar antara *10 – 75 mm/dasarian* dengan sifat hujan bervariasi *Bawah Normal (BN) - Atas Normal (AN)*.

- Curah hujan *dasarian II Mei 2026* diprediksi dalam kategori *rendah* berkisar antara *10 – 50 mm/dasarian* dengan sifat hujan seluruhnya *Bawah Normal (BN)*.

- Curah hujan *dasarian III Mei 2026* diprediksi dalam kategori *rendah* berkisar antara *10 – 50 mm/dasarian* dengan sifat hujan *Bawah Normal (BN) - Normal (N)*.

 

3. Dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di wilayah D.I Yogyakarta diprediksi sebagai berikut: 

- Curah hujan bulan *Mei 2026* diprediksi berkisar *21 – 100 mm/bulan (kriteria rendah)* dengan sifat hujan bervariasi *Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN)*.

- Curah hujan bulan *Juni 2026* diprediksi berkisar *0 – 50 mm/bulan (kriteria rendah)* dengan sifat hujan seluruhnya *Bawah Normal (BN)*.

- Curah hujan bulan *Juli 2026* diprediksi berkisar *0 – 20 mm/bulan (kriteria rendah)* dengan sifat hujan seluruhnya *Bawah Normal (BN)*.

 

4. Prediksi Musim Kemarau 2026: 

- *Awal musim kemarau 2026* diprediksi pada *dasarian III April 2026* 5 ZOM *(62.5%)* dan *dasarian I Mei 2026* 3 ZOM *(37.5%)*.

- *Sifat hujan musim kemarau 2026* diprediksi *Bawah Normal (BN)* 7 ZOM *(87.5%)* dan *Normal (N)* 1 ZOM *(12.5%)*.

- *Puncak musim kemarau 2026* diprediksi pada bulan *Agustus 2026* 8 ZOM *(100%)*.

- *Durasi musim kemarau 2026* di D. I Yogyakarta diprediksi bervariasi antara *16 – 18 dasarian* sebanyak 1 ZOM *(12.5%)*, *19 – 21 dasarian* sebanyak 7 ZOM *(87.5%)*.

- *Jumlah curah hujan musim kemarau 2026* diprediksi antara *250 – 400 mm*.

- *Akhir musim kemarau 2026* di D.I Yogyakarta diprediksi pada *dasarian II Oktober dan dasarian I November 2026*.

 

5. Himbauan :

BMKG menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk :

- Meningkatkan kewaspadaan pada *masa akhir musim hujan* yang ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

- Melakukan langkah mitigasi antara lain membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang, serta memastikan struktur bangunan dan baliho dalam kondisi kuat guna mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa pancaroba. 

- Lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. Hal ini berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena *El Nino* fase *lemah hingga moderat* mulai Mei-Juni-Juli dengan peluang *60 - 80%* yang dapat menurunkan curah hujan, utamanya di wilayah D. I Yogyakarta.

- Mewaspadai prediksi curah hujan selama musim kemarau 2026 di *Bawah Normal (BN)*, yang artinya *kondisi musim kemarau diprediksikan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologisnya*. Tindakan antisipasi diperlukan terhadap kondisi iklim ekstrem saat musim kemarau dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen dan wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipasif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien.

- Senantiasa memperbarui informasi iklim dari BMKG Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta melalui :

      ○ Twitter : staklim_jogja

      ○ Instagram : staklim_jogja

      ○ Youtube : staklim_jogja   

      ○ Facebook : staklimjogja

      ○ Telepon : 0274 2880151/2880152 

      ○ Whatsapp : 0811 2638 113

      ○ Website : https://staklim-yogya.bmkg.go.id/

 

Sleman, 30 April 2026

Kepala Stasiun Klimatologi D.I Yogyakarta

 

                        

*Reni Kraningtyas, S.P., M.Si*

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Sansan Wawa
    artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
    06 November 2014 13:06:57 WIB
Galeri Foto
Peta Desa
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial