Tradisi Gumbregan
Seli Ramadani 11 Mei 2026 20:03:01 WIB
Sedekah Kenduri Gumbregan merupakan tradisi agraris yang sangat luhur di Gunungkidul, termasuk di Kalurahan Girimulyo, sebagai wujud syukur atas keselamatan hewan ternak atau rojo koyo. Tradisi ini dilakukan setahun sekali (sekitar 7 bulan sekali dalam hitungan wuku) pada Wuku Gumbreg.
Sesaji atau ubarampe dalam ritual ini bukanlah sekadar makanan, melainkan simbol doa dan harapan petani.
* Kupat (Ketupat): Merupakan kependekan dari "ngaku lepat" (mengakui kesalahan) kepada Tuhan dan sesama. Dalam Gumbregan, ketupat juga dioleskan ke tubuh hewan ternak atau diberikan sebagai pakan sebagai simbol kasih sayang dan harapan agar ternak tetap sehat serta membawa rezeki.
* Lepet: Berasal dari filosofi "silep kang rapet" (tutup dengan rapat). Maknanya adalah mengubur rapat-rapat kesalahan yang telah dimaafkan agar persaudaraan dan hubungan antara petani serta ternaknya tetap erat.
* Woh Gembili (dan Umbi-umbian/Krowotan): Melambangkan hasil bumi yang melimpah. Gembili adalah bagian dari hasil pertanian yang disyukuri sebagai bentuk rezeki dari tanah yang diolah bersama bantuan hewan ternak.
* Jadah: Memiliki tekstur lengket sebagai simbol mempererat silaturahmi antarwarga agar hubungan kemasyarakatan selalu terjaga kuat.
* Filosofi utama dari adat ini adalah keseimbangan alam dan rasa syukur. Di Kalurahan Girimulyo, masyarakat memandang hewan ternak (sapi, kambing, kerbau) bukan sekadar harta, melainkan rekan kerja yang berjasa dalam membantu pertanian (seperti menarik bajak/ngluku) dan menyediakan pupuk.
* Melalui kenduri ini, warga berdoa agar:Keselamatan Ternak: Hewan terhindar dari penyakit dan tetap sehat.Keberkahan Ekonomi: Ternak diharapkan dapat berkembang biak dengan baik (tumangkar) sehingga menjadi tabungan yang berkah bagi keluarga.Penghormatan kepada Nabi Sulaiman: Berdasarkan kepercayaan lokal, seluruh hewan adalah peliharaan Nabi Sulaiman, sehingga tradisi ini juga menjadi bentuk terima kasih atas penjagaan rezeki tersebut.Kegiatan yang diawali dengan doa bersama dipimpin oleh Rois ini masih kokoh dilaksanakan sebagai pengingat bagi manusia untuk tidak semena-mena terhadap makhluk ciptaan Tuhan lainnya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Sansan Wawa
artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
06 November 2014 13:06:57 WIB
Survei Kepuasan Masyarakat
Peta Desa
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












