Rembuk Stunting Tahun 2026

Paryani 11 Juni 2026 09:58:38 WIB

Girimulyo sida Kamis 11 Juni 2026 Hari ini di balai kalurahan sedang dilaksanakan rembuk stunting. Musyawarah diikuti oleh perwakilan kalurahan, perwakilan bamuskal, perwakilan PKK, Kader Posyandu, tendik. Dari Kapanewon Panggang hadir Ibu Kajasos Sri Mulyani Amd, pendamping desa Ibu Sri Lestari Puji Astuti dan Bapak Budi Santoso dari Puskesmas Panggang 2 hadir Ibu Pratiwi. Lurah Girimulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting ini untuk mengetahui jumlah stunting serta perlakuan untuk anggaran desa tahun 2027. Kamituwa memimpin rembuk stunting tahun 2026

Kegiatan ini dimulai dengan :

1. Pemaparan data sasaran dan layanan, permasalahan-permasalahan stunting dan analisis penyebabnya.

2. Pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah (FGD) di RDS oleh TPPS Kalurahan. 

3. Pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif. Kesepakatan hasil rembuk stunting di Kalurahan dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan RDS, masyarakat Desa, dan pemerintah Desa.

4. Pembahasan dan penyepakatan peserta rembuk stunting untuk menjadi perwakilan dalam musyawarah kalurahan untuk perencanaan pembangunan tahun berikutnya.akan rembuk stunting 

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kalurahan, perwakilan Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga pendidik (tendik), serta berbagai pihak yang selama ini berperan aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Lurah Girimulyo menegaskan bahwa pelaksanaan rembuk stunting merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan kalurahan. Melalui forum ini, pemerintah kalurahan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperoleh data dan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di wilayah Girimulyo.

“Rembug stunting ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus stunting yang ada di Kalurahan Girimulyo serta merumuskan langkah-langkah penanganan yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan anggaran desa tahun 2027,” ungkap Lurah Girimulyo.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, forum rembuk stunting menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi, menyusun prioritas program, serta menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, peserta musyawarah melakukan pembahasan terhadap data keluarga berisiko stunting, kondisi balita dan ibu hamil, serta berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. Berbagai usulan program dan kegiatan juga dihimpun sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintah kalurahan tahun mendatang.

Kehadiran unsur kapanewon, tenaga kesehatan, pendamping desa, kader Posyandu, PKK, hingga tenaga pendidik menunjukkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Girimulyo dilakukan secara kolaboratif dan terintegrasi. Dengan keterlibatan semua pihak, diharapkan program yang dirancang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Sansan Wawa
    artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
    06 November 2014 13:06:57 WIB
Galeri Foto
Peta Desa
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial