Nguri uri kebudayaan jawi
02 September 2026 07:28:07 WIB
Girimulyo sida .Rabu 2 September 2026 .Tradisi genduri (kenduri) selamatan kematian hingga kini masih dirawat dengan sangat erat oleh masyarakat di Padukuhan Wintaos,Padukuhan Tungu,Padukuhan Legundi,Padukuhan Prahu,Padukuhan Kadisobo,Padukuhan Macanmati dan Padukuhan Tanggung Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Upacara kultural ini bukan sekadar ritual berkumpul, melainkan sebuah jembatan spiritual yang memadukan penghormatan leluhur, solidaritas sosial, dan nilai-nilai keislaman melalui doa bersama yang dipimpin oleh seorang Rois atau Kaum setempat.
Girimulyo sida. Rabu 3 September 2026. Secara berkala, selamatan ini digelar berdasarkan hitungan hari pasca-kematian: mulai dari hari pertama hingga ketujuh (mitung dino), empat puluh hari (matangpuluh dino), seratus hari (nyatus), mendhak pisan (1 tahun), mendhak pindo (2 tahun), hingga puncaknya pada seribu hari (nyewu).ubarampe diletakkan di atas tikar (kloso), disajikan dalam wadah tradisional berupa tampah maupun nampan plastik dengan daun pisang sebagai alasnya. Komponen-komponen utama tersebut meliputi:
Nasi Tumpeng / Nasi Golong: Nasi putih yang dibentuk bulat atau dikerucutkan kecil-kecil dan dibungkus separuh dengan daun pisang.
Ingkung Ayam: Ayam utuh yang dimasak bumbu gurih, diletakkan di tengah hidangan.
Pisang Raja: Satu sisir pisang diletakkan sebagai pelengkap penting.
Jajan Pasar & Makanan Pendamping: Termasuk buah-buahan, rempeyek, serta kue tradisional seperti apem, ketan, dan kolak.
Makna Filosofis Kenduri Kematian Jawa,Masyarakat Girimulyo memaknai setiap elemen dalam kenduri ini dengan filosofi hidup yang mendalam:
Nasi Golong Melambangkan tekad sing golong (kebulatan tekad) serta keikhlasan keluarga dan warga untuk melepaskan serta mendoakan kepergian almarhum secara tulus.
Ketan, Kolak, Apem Tiga serangkai ini memiliki singkatan teologis: Apem berasal dari kata afwun (mohon ampunan); Ketan melambangkan raketan (merekatkan hubungan atau mendekatkan diri kepada Tuhan); Kolak merujuk pada kata Khaliq (sang Pencipta).
Ingkung AyamBerasal dari kata ingkung (diborgol/diikat), yang melambangkan kepasrahan total manusia yang terikat di hadapan kekuasaan Tuhan, sekaligus doa agar almarhum dijaga dari marabahaya di alam kubur.
Pisang RajaSimbol harapan agar almarhum mendapatkan tempat yang mulia ("raja") di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki kewibawaan dan kekuatan spiritual.
Tradisi Berkat (Pembagian Makanan)Berfungsi sebagai bentuk shodaqoh pangan (it'amuth tha'am). Makanan didoakan bersama oleh warga dipimpin Rois, lalu dibawa pulang untuk dinikmati keluarga masing-masing, melambangkan pemerataan rezeki dan berkat kolektif.
Melalui keluhuran adat di Kalurahan Girimulyo selamatan orang meninggal ini terus hidup bukan hanya untuk mengantarkan doa terbaik bagi mereka yang telah tiada, melainkan juga menjaga nilai gotong-royong (guyub rukun) serta memperkuat ikatan silaturahmi antarwarga yang masih hidup.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Sansan Wawa
artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
06 November 2014 13:06:57 WIB
Peta Desa
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |










