Girimulyo ber Budaya
04 September 2026 23:02:50 WIB
Girimulyo sida. Malam ini, Jumat, 4 September 2026, halaman rumah Bapak Dukuh Macanmati ( Margiyono)mendadak menjelma menjadi panggung kebudayaan yang megah dan sarat makna. Gema saron, bonang, dan kendang bertalu-talu memecah sunyi malam Kapanewon Panggang, menandai digelarnya pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Bukan sekadar hiburan, malam ini adalah puncak rasa syukur dan pembuktian eksistensi atas Hari Ulang Tahun ke-3 Kelompok Seni Citra Laras, sebuah wadah kreativitas yang motor utamanya adalah pemuda-pemudi lokal warga Kalurahan Girimulyo, Gunungkidul.
Di tengah gempuran era digital, apa yang terjadi di teras rumah Bapak Dukuh malam ini adalah sebuah oase yang menginspirasi. Ketika banyak orang khawatir generasi muda akan melupakan akarnya, pemuda-pemudi Citra Laras justru berdiri di garda terdepan, memeluk erat warisan leluhur mereka, dan menghidupkannya kembali dengan penuh kebanggaan.
Kolaborasi Pemuda Girimulyo:
Tiga tahun lalu, Kelompok Seni Citra Laras lahir dari sebuah mimpi sederhana: memberikan ruang bagi bakat-bakat lokal dan memastikan gamelan tetap menjadi detak jantung kehidupan masyarakat. Diisi oleh talenta-talenta muda asli Kalurahan Girimulyo, kelompok ini membuktikan bahwa anak muda dan wayang kulit adalah kombinasi yang sangat bertenaga.
Nuansa kemudaan dan regenerasi itu makin kental terasa malam ini. Di atas panggung, duduk di balik kelir, adalah Ki Dalang Riski Ramadhan . Beliau merupakan dalang muda berbakat asli dari Padukuhan Tanggung, Kalurahan Girimulyo.
Melalui sabetan wayang yang lincah dan narasi yang dibawakan dengan penuh penjiwaan, Ki Dalang Riski berhasil membius ratusan warga yang memadati rumah Bapak Dukuh. Kolaborasi antara kepiawaian mendalang Ki Riski dan harmonisasi musik dari penabuh gamelan (wiyaga) serta pesinden muda Citra Laras menyajikan tontonan adiluhung yang luar biasa memikat.
Inspirasi dari Girimulyo untuk Indonesia.
Apa yang bisa kita petik dari perayaan ulang tahun ke-3 Citra Laras di Padukuhan Macanmati ini?
Sinergi dan Ruang Pendukung: Peran rumah Bapak Dukuh sebagai pusat acara menunjukkan dukungan penuh dari pamong desa terhadap kreativitas pemuda. Budaya akan lestari jika para pemimpinnya memberikan ruang untuk tumbuh.
Regenerasi Total yang Nyata: Dari penyelenggara (Citra Laras) hingga sang maestro di panggung (Ki Dalang Riski), semuanya adalah representasi anak muda Girimulyo. Ini adalah bukti konkret bahwa estafet kebudayaan di Gunungkidul berjalan dengan sangat baik.
Kekompakan Antar-Padukuhan: Kehadiran Ki Dalang Riski dari Padukuhan Tanggung yang tampil di Padukuhan Macanmati menjadi simbol indahnya gotong royong dan persatuan antar-warga di Kalurahan Girimulyo.
Saat fajar mulai menyingsing di bumi Panggang kelak, babak akhir cerita wayang akan ditutup dan layar kelir akan digulung. Namun, kisah perjuangan Kelompok Seni Citra Laras dan para seniman muda Girimulyo baru saja dimulai.
Selamat ulang tahun yang ke-3, Citra Laras! Dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Ki Dalang Riski serta warga Macanmati. Semangat kalian adalah inspirasi nyata bagi kita semua untuk terus mencintai, merawat, dan bangga pada kebudayaan asli Indonesia.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Sansan Wawa
artikel yang inspiratif :)...baca selengkapnya
06 November 2014 13:06:57 WIB
Peta Desa
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












